Cara Kerja Serta Manfaatnya AC Mobil

Cara Kerja Serta  Manfaatnya AC Mobil

Cara Kerja Serta Manfaatnya AC Mobil


Mobil ber-AC saat ini bukan hanya barang mewah, melainkan sebuah kebutuhan. Kondisi jalanan yang semakin panas membuat AC mobil menjadi keharusan. Dengan adanya AC mobil perjalanan akan semakin nyaman dan menyenangkan.

Dari ulasan tersebut, dapat diketahui bahwa “AC mobil” adalah kata yang akrab di telinga. Namun, ketika ditanya tentang pengertian AC mobil, kebanyakan orang  masih bingung.

Pengertian AC mobil yang paling sering diucapkan adalah “alat yang membuat mobil terasa dingin”.  Namun, apakah pengertian AC hanya sebatas itu? 
Tentu saja tidak. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai AC mobil beserta fungsinya, pelajari ulasan berikut.
 

Apakah itu AC mobil?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pengertian AC mobil, Anda harus tahu apa AC itu. AC atau air conditioner adalah alat untuk merubah udara panas menjadi dingin dengan bantuan freon. Arti tersebut adalah arti AC secara umum.

Sedangkan, secara khusus AC adalah mesin yang mengatur sirkulasi gas refrigerant. Zat refrigerant dipilih karena bentuknya mampu berubah-ubah secara cepat. Selain itu, zat refrigerant juga bisa mengalami perubahan suhu secara drastis.

Secara fisik, AC mobil tidaklah tampak dengan jelas karena tertutup tubuh mobil. AC mobil baru akan nampak setelah penutupnya dibuka.

Benda yang sering Kita kira sebagai AC mobil hanyalah  bagian kisi-kisi udara saja. Sedangkan bentuk Ac mobil aslinya jauh lebih kompleks dan rumit.

Struktur dasar AC mobil dan AC rumah sebenarnya sama. Hanya saja, AC mobil lebih dinamis. Putaran kompresor pada AC mobil mengikuti RPM mobil. Semakin cepat mobil melaju, semakin cepat pula putaran kompresor sehingga suhu kabin lebih cepat dingin.

Sedangkan, AC ruangan lebih statis. Putaran kompresor sangat tergantung pada pengaturan suhu yang dipilih. Mode yang digunakan juga mempengaruhi kecepatan pergantian udara dalam ruangan ber-AC. Selain itu, faktor stabilitas tegangan listrik terkadang juga membuat AC bekerja lebih lama.

Jenis AC mobil secara umum terbagi menjadi dua bagian, yaitu single blower dan double blower.  AC single blower hanya memiliki satu blower yang biasanya diletakkan di depan. Sedangkan AC double blower memiliki dua blower yang terletak di kabin bagian depan dan belakang.

Khusus untuk jenis double blower, banyak konsumen yang mengeluhkan “mengapa  kabin depan lebih dingin dibandingkan kabin belakang?”. Hal ini dikarenakan blower yang digunakan berbeda. Blower pada bagian depan adalah blower primer. Sedangkan blower bagian belakang hanyalah tambahan saja. Dengan alasan tersebut, sangat wajar jika kabin depan lebih terasa dingin dibandingkan kabin belakang.

Bagaimana Cara Kerja AC mobil?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara kerja AC mobil, terlebih dahulu kita harus paham komponen AC mobil. Disini kita hanya akan bahas secara umum. Sebelumnya kita sudah bahas khusus tentang komponen ac mobil dan berapa harganya. Jadi ada 5 komponen utama AC Mobil antara lain:

1.Kompresor

Kompresor merupakan komponen utama AC yang berfungsi untuk mensirkulasikan freon ke seluruh sistem AC dengan cara menaikkan tekanan freon. Kompresor memiliki dua saluran, yaitu saluran hisap dan saluran buang.

Saluran hisap Kompresor terhubung dengan evaporator dan merupakan sisi tekanan rendah. Sedangkan saluran buang terhubung dengan kondensor dan merupakan sisi tekanan tinggi.

2.Kondensor

Kondensor berfungsi menyerap panas pada freon yang telah dikompresiikan. Kondensor juga bertugas mengubah freon dalam bentuk gas menjadi cair (Alat penukar kalor / Heat Exchanger).

3.Filter dryer

Sesuai namanya, komponen ini berguna untuk memfilter atau menyaring. Filter dryer berfungsi sebagai penampung sementara freon yang telah menjadi cair oleh kondensor sekaligus penyaring dan pengering uap air di dalam sistem AC mobil.

4.Expansi valve

Expansi valve berfungsi untuk merubah fungsi freon dari bentuk cair menjadi uap. Tujuan utamanya adalah membuat cairan tekanan tinggi untuk disemprotkan ke evaporator. Selain itu, expansi valve juga bertujuan untuk mencegah peluapan dan pembekuan.

5.Evaporator

Evaporator adalah kompunen utama sistem AC yang terakhir. Evaporator berfungsi sebagai penampung dingin dari freon yang sudah berubah wujudnya menjadi uap. Setelah itu melewati komponen utama sistem AC mobil lainnya yaitu Expansi Valve.

Didalam evaporator yang hampa udara, freon akan menguap dan mengambil panas pada pipa-pipa yang berada pada evaporator. Karena proses tadi pipa menjadi dingin dan menghembuskan dinginnya kedalam kabin melalui kisi-kisi atau grill dengan hembusan dari motor blower. Akhirnya terciptalah udara yang terasa dingin dan nyaman.

5 komponen utama di atas, akan bersinergi dan menghasilkan sirkulasi  udara. Secara rinci, proses sirkulasi tersebut dijabarkan sebagai berikut :

  1. Ketika tombol on pertama kali dinyalakan, freon kan dipompa oleh kompresor. Kekuatan pompa kompresor sangat menentukan kecepatan AC dalam mendinginkan kabin mobil. Freon dalam bentuk gas akan dipompa dengan tekanan tinggi sehingga suhunya mencapi 100 derajat C.
  2. Setelah mencapai suhu maksimum, freon yang berubah menjadi cair diarahkan menuju kondesor. Dalam kondensor, freon cair akan didinginkan hingga bersuhu 60 derajat C. komponen yang berperan dalam proses ini adalah cooling fan.
  3. Setelah suhunya cukup hangat, freon cair disaring melalui dryer. Komponen inilah yang menyebabkan udara AC lebih bersih dan segar.
  4. Setelah disaring, freon cair akan diarahkan ke expansion valve. Komponen ini bertugas merubah freon cair tekanan tinggi dalam bentuk gas. Freon cair tekanan tinggi kan disemprotkan dalam bentuk uap dingin. Pada waktu yang sama, expansion juga menurunkan tekanan freon.
  5. Freon dalam bentuk uap dingin dialirkan ke evaporator. Setelah itu, freon dalam bentuk uap dingin didistribusikan ke cabin model dengan bantuan blower. Blower ini cara kerjanya hampir sama dengan kipas angin, yaitu mengalirkan udara ke seluruh ruangan.
  6. Di lain sisi, kompresor akan menghisap kembali Tekanan freon. tekanan freon ini akan di pompa kembali hingga menjadi panas kembali, diarahkan menuju kondensor dan mengulangi langkah selanjutnya hingga gas bertekanan disemprotkan kembali ke cabin. Langkah ini terus diulang-ulang selama AC mobil menyala.

Dari uraian di atas, dapat Anda perhatikan bahwa mulai dari langkah awal hingga akhir dibutuhkan yang namanya freon. Lalu. Apa yang terjadi jika tidak ada freon? Apakah AC mobil tetap bekerja? Jawabannya bisa, tapi yang dikeluarkan bukan gas bertekanan yang sifatnya dingin. Melainkan udara biasa seperti yang dihasilkan kipas angin.

Hal ini dikarenakan pipa penyalur tak mendapatkan cukup tekanan sehingga kompresor tidak bekerja. Komponen yang mengatur kontrol tekanan ini disebut sebagai  pressure switch. Jika tekanan dalam pressure switch tidak cukup , maka saklar pressure switch tidak akan terhubung ke kompresor. Akibatnya, kompresor tidak akan menyala sehingga gas bertekanan tidak diproduksi.

Selain kompresor tidak berputar, extra fan tidak berputar juga bisa menjadi indikasi freon habis. Dalam kondisi seperti ini, Anda harus segera mengecek kondisi pipa atau sistem ac lainnya yang di lalui freon. Hal ini dikarenakan freon tidak akan bisa habis dengan sendirinya. Freon hanya bisa habis ketika ada kebocoran pada  saluran pipa.

 

Apa Manfaatnya AC mobil?

Banyak orang yang mengira bahwa fungsi AC mobil hanya sebagai pendingin kabin saja. Padahal, fungsi AC mobil jauh lebih banyak dari itu. Adapun fungsi AC mobil antara lain :

1.Mengontrol temperatur atau suhu

Fungsi AC mobil yang pertama ini adalah fungsi yang paling umum. AC mobil akan menyerap udara panas dalam cabin mobil dan mengganti dengan udara yang lebih dingin.

Ketika suhu dalam cabin mulai memanas lagi, Ac mobil akan meyerap kembali udara tersebut dan mendinginkannya kembali. Begitu seterusnya sehingga udara dalam cabin tetap dingin dan nyaman.

2.Mengontrol sirkulasi udara

Ketika AC dinyalakan, pintu dan jendela mobil dalam kondisi tertutup rapat. Pernahkah Anda berpikir bagaimana bisa Anda bernafas dalam sirkulasi udara seperti itu?

Sebenarnya, udara dalam cabin tetap bersirkulasi. Hanya saja sirkulasinya melalui AC mobil. Udara yang penuh CO2 akan di hisap AC mobil dan diganti dengan udara baru yang mengandung O2. Karena sirkulasi udara yag seperti inilah, Anda tetap bisa bernafas lega meskipun mobil tertutup rapat.

3.Mengontrol kelembapan

Udara yang keluar dari AC mobil bukan hanya udara dingin saja. Melainkan udara  dingin hasil ekpansi embun. Hal ini menyebabkan kelembaban udara lebih terjaga ketika AC mobil menyala.

Namun, ada kalanya kelembaban terlalu tinggi ketika AC menyala. Saat kondisi seperti ini, Anda patut curiga dengan kebocoran pipa kapiler atau komponen AC yang mungkin kotor.

4.Memurnikan udara

Seperti yang dibahas  sebelumya, Ac mobil memiliki filter yang meyaring freon  dalam bentuk liquid. Selain menyaring kelebihan freon, filter ini juga memisahkan debu dan kotoran. Inilah mengapa AC mobil dapat memurnikan udara.

Fungsi AC mobil yang satu ini akan terasa jelas ketika jalanan macet. Disaat udara di luar mobil penuh polusi, Anda tetap bisa merasakan udara yang sejuk dalam mobil ketika AC mobil menyala.

Oh ya, sebaik apapun manfaat dari AC mobil diatas. Kita tidak akan dapatkan kalau pergi ke bengkel AC mobil yang asal-asalan. Jadi ini ada tips memilih bengkel AC mobil.

Dari paparan fungsi AC mobil di atas, dapat Kita ketahui bahwa AC mobil sangatlah penting. AC mobil tidak hanya menambah kenyamanan berkendara saja. Melainkan juga menciptakan udara yang sehat dan bersih.

Bagi Anda yang sudah menggunakan mobil ber-AC, ada baiknya jika Anda selalu memperhatikan keadaan Ac mobil Anda. Selalu lakukan service rutin meskipun Anda tak merasa ada masalah serius pada AC mobil Anda. Selain itu, perhatikan pula radiator dan suhu cabin mobil.

Radiator sangat mempengaruhi kinerja AC mobil. Jika air radiator berkurang apalagi hingga kering, AC mobil memerlukan waktu lama untuk mendinginkan kabin. Hal ini di karenakan prinsip kerja AC mobil adalah sirkulasi udara. Jika mesin panas, sirkulasi udara juga akan terganggu.

Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah suhu cabin mobil. Jika suhu cabin mobil panas,akan butuh waktu lama bagi AC mobil untuk menurunkan suhu. Oleh karena itu, sebisa mungkin jangan parkir mobil di bawah terik matahari secara langsung.